Kamis, 24 April 2014

Dua Program Pembangunan Fisik Mengatasi Kemacetan di Bekasi

Kota Bekasi - Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu mengatakan pemerintah Kota Bekasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum perlu kembali disinergikan rencana pembangunan Fly Over Bulak Kapal, Bekasi Timur, dan Underpass Bekasi-Cikarang agar dapat segera terlaksana.

Kedua program ini diproyeksi dapat mengatasi kemacetan di Kota Bekasi dan dapat dipergunakan juga oleh masyarakat Kabupaten Bekasi.
 
Kedua program pembangunan ini diharapkan harus sudah mulai dikoordinasikan kembali dengan pihak terkait agar segera dikerjakan tahap awal pembangunannya. Juga untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan penataan kota Bekasi yang lebih maju dan pada tingkat nasional.
 
"Kita mensuport sepenuhnya dan diharapkan keseriusan dan komitmen kita bersama agar program ini dapat direalisasikan," katanya saat memberikan arahan, di Ruang Rapat Walikota, Senin (20/5).
 
Hingga kini rencana yang telah disusun sejak tahun 2010 oleh Kementerian Pekerjaan Umum RI, untuk mengatasi kemacetan di Bekasi, telah tertunda. Dalam hal ini Pemerintah Kota Bekasi mengalami keterbatasan dalam anggaran pembebasan lahan untuk dua program yang kemungkinan menghabiskan biaya sekitar Rp350 miliar.
 
Menurut Tim Teknis dari Kemen PU, biaya pembangunan Fly Over Bulak Kapal dan Underpass Bekasi-Cikarang Terkait pembangunan fisiknya dialokasikan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan dengan dana APBN.
 
"Pengerjaan fisik dilakukan oleh Kementerian PU, dengan rincian fisik Fly Over menelan biaya sekitar Rp100 miliar dan Underpass sekitar Rp120 miliar, keduanya dibebankan melalui APBN dengan Program Multi Years atau pengerjaanya bertahap tiap tahunnya tergantung tersedianya anggaran," katanya.
 
Ia juga mengatakan, rencana pembangunan Fly Over Bulak Kapal dan Underpass tinggal menunggu pihak Pemkot Bekasi membebaskan lahan yang diperlukan untuk merealisasikan kebutuhan lahan untuk kedua pembangunan tersebut.
 
Ada tiga kelurahan di Kecamatan Bekasi Timur yang dilalui dua pembangunan ini, yakni, Kelurahan Aren Jaya, Kelurahan Duren Jaya, dan Margahayu.
 
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Bekasi Dr Suwarli mengatakan, karena tidak dianggarkan oleh pihaknya tahun 2012 ini, biaya pembebasan lahan pada tahap awal pembangunan sebesar Rp20 miliar akan diusulkan Pemkot Bekasi kepada DPRD Kota Bekasi pada ABT 2013.
 
"Dan usulan pengajuan tambahan anggaran pembebasan lahan juga akan kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat," katanya.
 
Ia juga mengatakan, mudah-mudahan Juni dapat kita usulkan, dan diketuk palu pada September atau Oktober tahun ini.
 
Kemudian pihak BPN Kota Bekasi, bagian Pertanahan, Kecamatan Bekasi Timur serta ketiga kelurahan, segera mendata kembali dan menetapkan lahan sekaliguas membebaskan lahan tersebut sampai batas Desember 2013. "Sehingga pada tahun 2014 sudah bisa dimulai pengerjaannya", kata Suwarli.
 
Hal lainnya juga dikatakan Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Tri Ardhianto. Katanya setelah nanti dibebaskan lahan, untuk di Jl Joyomartono, depan Depsos, menjadi awal pengerjaan Fly Over.
 
"Ini masih dalam usulan Pemkot untuk awal pembangunan untuk dikaji tim teknis konsultan dari Kemen PU,” katanya.
 
(goeng/toeb/aby)

Polling Statistik

Jenis publikasi statistik yang anda sukai ?

Jejaring links

Links BPS :
Statistics Indonesia
Website Resmi Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.
Pusdiklat Statistik
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Pusat Statistik Jakarta.
Sekolah Tinggi Ilmu Statistik
Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Jakarta.
Sirusa
Sistem Informasi Rujukan Statistik